Melangkahlah kemana angin perubahan membawamu
Berjalanlah dengan seluruh keyakinanmu
Berlarilah dengan segenap Visimu
Berjuanglah dengan segenap komitmenmu
Tiada Jalan yang terlalu lurus
Tiada tempat yang terlalu Indah
Tiada Penderitaan yang tiada akhir
Tiada kesedihan tanpa Ujung
Kehidupan mengajari manusia-manusia dengan jejak-jejak maknanya.
Kehidupan memberi kesempatan mempelajari kesalahan
Kehidupan adalah anugerah
Gagal Itu baik Kita tidak akan menjadi apa-apa selama kita tidak mau berubah.
Hidup Cuma sekali, manfaatkan itu untuk berjuang dan bersyukur atasnya.
JANGAN MENYERAH!!!!!!
“Jangan Takut bertindak, hidup adalah pilihan antara sukses total atau gagal total”
(Diadaptasi dari buku “Don't give up!'_nistains odop)
Selasa, 30 November 2010
Jangan lari dari masalah,Bangkit dan Hadapi
Masuk, dan Atasi masalah ,Bukan lari dari masalah!!
Menjadi Pejuang atau Pejundang?, Puncak gunung tertinggi sekalipun bisa di tancapkan dengan bendera kebebasan oleh kamu. Dengan catatan Kamu berhasil mendakinya.Berusahalah untuk berani menakhlukkan,mengejar dan melewati semak berduri, tidak takut jurang terjal dan dengan semangat berjuang menuju puncak,percayalah kamu memiliki kekuatan yang dahsyat daripada apa yang kamu pikir dan rasakan saat ini. Hadapi, hadapi dan hadapi jangan diam atau bahkan lari karena dengan itu kamu tidak akan pernah bisa melewati dengan menghadapinya kamu akan segera melewati masa itu.
Perbedaan yang mencolok dari seorang Pejuang dan pecundang bisa dilihat dari semangatnya.
Seorang Pejuang melihat pekerjaan atau apa yang dia kerjakan adalah ajang untuk mengekspresikan diri dan menikmati itu, Akhirnya mereka berinovasi dan bekerja maksimal.
Berbeda sekali dengan seorang Pecundang, Mereka akan banyak mengeluh dengan pekerjaannya.bicara dengan bos kenapa gaji tidak pernah naik selama 5 tahun, padahal mereka merasa telah bekerja keras selama ini yang kenyataannya mereka melakukan pekerjaan itu dengan setengah hati.
Cobalah untuk melihat dan belajar dari Sichiro Honda yang di anggap anak bodoh di sekolah,Albert Einstein yang di anggap telmi (Telat mikir) bahkan di anggap idiot.Berapa banyak mereka gagal?Apakah mereka mudah menyerah?Siapa diri mereka pada awalnya dan siapa mereka sekarang?Kamu tahu sendiri jawabannya.
“Pemenang menderita kekalahan lebih banyak daripada pecundang.”
“Masalah sebenarnya bukan masalah, namun prespektif kita mengatasinya adalah masalah sesungguhnya.jika ingin menjadikan masalah bukan masalah, Carilah pemecahan masalah.
”Kesalahan-kesalahan mampu menunjukkan kepada kita apa yang perlu di pelajari darinya.”
Ibarat Roda Berputar, Dunia memberi kita dua pilihan, ada siang ada m alam ada hujan ada panas, ada sukses ada gagal, Intinya dua sisi itu akan selalu ada untuk membuat hidup kita indah.Kegagalan bukan sesuatu yang harus di hindari dan kesuksesan bukan sesuatu yang harus di puja.Semua harus di hadapi dijalani dalam siklus kehidupan ini, dan masalah bukan untuk di tangisi dan sesali tetapi untuk di hadapi dan pecahkan masalah itu'
jangan pernah menganggap apa yang kamu alami adalah hal yang paling buruk sedunia.Lihatlah lagi kegagalan, atau masalah-masalah orang lain yang lebih parah dan katakan pada diri kamu
“Kegagalan/Masalah Ku belum seberapa di banding Dia”
“Salah satu kesalahan yang paling mendasar adalah jika kamu merasa paling malang sedunia.
#Mulai sekarang jangan pernah terpuruk dalam keadaan apapun, Percayalah pasti ada jalan untuk memecahkan masalah itu,Hadapi Semua Dengan senyuman jangan pernah kalah dengan masalah.
Sebuntu-buntunya jalan pasti masih bisa di lewati entah bagaimana caranya, Tinggal kamu menemukannya,(manjat tembok kek,lewat semak2 kek..=))
Masalah akan terlihat besar jika kamu melihat masalah itu besar juga, santai aja … berfikir tenang dan cari Solusinya.
Don't be panic sob...everything's gonna be okay
Diadaptasi dari buku “Dont give up(Nisntain Odop)
Menjadi Pejuang atau Pejundang?, Puncak gunung tertinggi sekalipun bisa di tancapkan dengan bendera kebebasan oleh kamu. Dengan catatan Kamu berhasil mendakinya.Berusahalah untuk berani menakhlukkan,mengejar dan melewati semak berduri, tidak takut jurang terjal dan dengan semangat berjuang menuju puncak,percayalah kamu memiliki kekuatan yang dahsyat daripada apa yang kamu pikir dan rasakan saat ini. Hadapi, hadapi dan hadapi jangan diam atau bahkan lari karena dengan itu kamu tidak akan pernah bisa melewati dengan menghadapinya kamu akan segera melewati masa itu.
Perbedaan yang mencolok dari seorang Pejuang dan pecundang bisa dilihat dari semangatnya.
Seorang Pejuang melihat pekerjaan atau apa yang dia kerjakan adalah ajang untuk mengekspresikan diri dan menikmati itu, Akhirnya mereka berinovasi dan bekerja maksimal.
Berbeda sekali dengan seorang Pecundang, Mereka akan banyak mengeluh dengan pekerjaannya.bicara dengan bos kenapa gaji tidak pernah naik selama 5 tahun, padahal mereka merasa telah bekerja keras selama ini yang kenyataannya mereka melakukan pekerjaan itu dengan setengah hati.
Cobalah untuk melihat dan belajar dari Sichiro Honda yang di anggap anak bodoh di sekolah,Albert Einstein yang di anggap telmi (Telat mikir) bahkan di anggap idiot.Berapa banyak mereka gagal?Apakah mereka mudah menyerah?Siapa diri mereka pada awalnya dan siapa mereka sekarang?Kamu tahu sendiri jawabannya.
“Pemenang menderita kekalahan lebih banyak daripada pecundang.”
“Masalah sebenarnya bukan masalah, namun prespektif kita mengatasinya adalah masalah sesungguhnya.jika ingin menjadikan masalah bukan masalah, Carilah pemecahan masalah.
”Kesalahan-kesalahan mampu menunjukkan kepada kita apa yang perlu di pelajari darinya.”
Ibarat Roda Berputar, Dunia memberi kita dua pilihan, ada siang ada m alam ada hujan ada panas, ada sukses ada gagal, Intinya dua sisi itu akan selalu ada untuk membuat hidup kita indah.Kegagalan bukan sesuatu yang harus di hindari dan kesuksesan bukan sesuatu yang harus di puja.Semua harus di hadapi dijalani dalam siklus kehidupan ini, dan masalah bukan untuk di tangisi dan sesali tetapi untuk di hadapi dan pecahkan masalah itu'
jangan pernah menganggap apa yang kamu alami adalah hal yang paling buruk sedunia.Lihatlah lagi kegagalan, atau masalah-masalah orang lain yang lebih parah dan katakan pada diri kamu
“Kegagalan/Masalah Ku belum seberapa di banding Dia”
“Salah satu kesalahan yang paling mendasar adalah jika kamu merasa paling malang sedunia.
#Mulai sekarang jangan pernah terpuruk dalam keadaan apapun, Percayalah pasti ada jalan untuk memecahkan masalah itu,Hadapi Semua Dengan senyuman jangan pernah kalah dengan masalah.
Sebuntu-buntunya jalan pasti masih bisa di lewati entah bagaimana caranya, Tinggal kamu menemukannya,(manjat tembok kek,lewat semak2 kek..=))
Masalah akan terlihat besar jika kamu melihat masalah itu besar juga, santai aja … berfikir tenang dan cari Solusinya.
Don't be panic sob...everything's gonna be okay
Diadaptasi dari buku “Dont give up(Nisntain Odop)
Kata-Kata Motivasi( Jangan Menyerah)
Percayalah Tidak Ada seorang pun di dunia ini yang luput dari kekalahan dan kegagalan
Apabila kamu terus -terusan menggulung diri dalam lingkaran negatif maka kamu tidak akan maju
Kita tidak dapat memecahkan masalah dengan menggunakan cara berfikir yang sama ketika kita menciptakan masalah itu-Albert einstein.
Banyak orang yang sebenarnya sudah sangat dekat dengan keberhasilan ,tapi sayang mereka kemudian menyerah.-Thomas Alfa edison.
“Takut melakukan kesalahan membelenggu manusia untuk menemukan jati diri dan potensi mereka yang paling besar. Mereka telah mengalahkan rasa maju hanya karena pengaruh pikiran kerdil.”
orang-orang sukses akan belajar dari kesalahan dan mencoba sekali lagi dengan cara yang berbeda. Kesalahan-kesalahan yang mereka lalui telah menjadi guru yang terbaik sehingga formula sukses mereka menjadi Jelas.”
Tidak ada orang yang berhasil tanpa mengalami kegagalan atau kekalahan .
Hidup adalah perjuangan, hidup adalah proses, hidup adalah kegagalan, hidup adalah kesedihan, hidup adalah kebahagiaan, tersenyumlah untuk kekalahan itu,bersulanglah untuk kegagalan, angkatlah kepala kamu, tatap aura keras gagal itu, beranilah menghadapi dengan kekuatan kamu, dan jadilah columbus-columbus baru (yang berani menantang dunia dengan misinya)Jadilah manusia yang tidak takut gagal.
Kekalahan dan kegagalan menjadi bagian yang tidak bisa di pisahkan dari perjalanan hidup manusia.
“Kegagalan itu memberi pelajaran memberi kesempatan untuk mencoba lagi membawa hikmah dan membawa berkat.”
Kegagalan tidak berarti: kamu tidak melakukan sesuatu, kamu tidak menyelesaikan sesuatu, dengan kegagalan berarti kamu telah melakukan sesuatu.”
Kegagalan itu harus kamu percaya ,harus kamu yakini sebagai anugerah terindah untuk keberhasilan, Kamu harus percaya bahwa gagal itu baik untuk membantu kamu menuju puncak keberhasilan.
Kegagalan terbesar adalah apabila kita tidak pernah mencoba
“Gagal itu baik untuk kematanga diri dan kalah akan memberi kesempatan baginya untuk menggunakn strategi baru.”
Tetaplah berjalan maju dan menembak , dengan demikian kamu akan menambah rasa percaya diri karena Kamu sedang melakukan sesuatu .kamu tidak duduk seperti bebek dalam bak mandi yang siap di musnahkan.
Satu,dua bahkan sampai tiga kesalahan fatal adalah bukti bahwa seseorang telah berusaha melakukan sesuatu .hanya saja seharusnya mereka telah belajar dari kesalahan- kesalahan lalu.
Kamu mungkin lambat dalam melangkah, Kamu mungki jatuh saat berjalan, Kamu mungkin Ditolak saat memohon, Kamu mungkin gagal dalam akhir pertandingan, Kitu semua adalah bukti adanya proses dalam Tindakan kamu.kamu sungguh gagal jika kamu tak melakukan sesuatu.
Tidak ada proses sukses secara instan, Jika kamu mendapat sukses dengan amat cepat, maka bersiaplah untuk Turun dengan cepat juga.
(Di adaptasi dari buku karya Nistaiins odop_'Don't give up')
Apabila kamu terus -terusan menggulung diri dalam lingkaran negatif maka kamu tidak akan maju
Kita tidak dapat memecahkan masalah dengan menggunakan cara berfikir yang sama ketika kita menciptakan masalah itu-Albert einstein.
Banyak orang yang sebenarnya sudah sangat dekat dengan keberhasilan ,tapi sayang mereka kemudian menyerah.-Thomas Alfa edison.
“Takut melakukan kesalahan membelenggu manusia untuk menemukan jati diri dan potensi mereka yang paling besar. Mereka telah mengalahkan rasa maju hanya karena pengaruh pikiran kerdil.”
orang-orang sukses akan belajar dari kesalahan dan mencoba sekali lagi dengan cara yang berbeda. Kesalahan-kesalahan yang mereka lalui telah menjadi guru yang terbaik sehingga formula sukses mereka menjadi Jelas.”
Tidak ada orang yang berhasil tanpa mengalami kegagalan atau kekalahan .
Hidup adalah perjuangan, hidup adalah proses, hidup adalah kegagalan, hidup adalah kesedihan, hidup adalah kebahagiaan, tersenyumlah untuk kekalahan itu,bersulanglah untuk kegagalan, angkatlah kepala kamu, tatap aura keras gagal itu, beranilah menghadapi dengan kekuatan kamu, dan jadilah columbus-columbus baru (yang berani menantang dunia dengan misinya)Jadilah manusia yang tidak takut gagal.
Kekalahan dan kegagalan menjadi bagian yang tidak bisa di pisahkan dari perjalanan hidup manusia.
“Kegagalan itu memberi pelajaran memberi kesempatan untuk mencoba lagi membawa hikmah dan membawa berkat.”
Kegagalan tidak berarti: kamu tidak melakukan sesuatu, kamu tidak menyelesaikan sesuatu, dengan kegagalan berarti kamu telah melakukan sesuatu.”
Kegagalan itu harus kamu percaya ,harus kamu yakini sebagai anugerah terindah untuk keberhasilan, Kamu harus percaya bahwa gagal itu baik untuk membantu kamu menuju puncak keberhasilan.
Kegagalan terbesar adalah apabila kita tidak pernah mencoba
“Gagal itu baik untuk kematanga diri dan kalah akan memberi kesempatan baginya untuk menggunakn strategi baru.”
Tetaplah berjalan maju dan menembak , dengan demikian kamu akan menambah rasa percaya diri karena Kamu sedang melakukan sesuatu .kamu tidak duduk seperti bebek dalam bak mandi yang siap di musnahkan.
Satu,dua bahkan sampai tiga kesalahan fatal adalah bukti bahwa seseorang telah berusaha melakukan sesuatu .hanya saja seharusnya mereka telah belajar dari kesalahan- kesalahan lalu.
Kamu mungkin lambat dalam melangkah, Kamu mungki jatuh saat berjalan, Kamu mungkin Ditolak saat memohon, Kamu mungkin gagal dalam akhir pertandingan, Kitu semua adalah bukti adanya proses dalam Tindakan kamu.kamu sungguh gagal jika kamu tak melakukan sesuatu.
Tidak ada proses sukses secara instan, Jika kamu mendapat sukses dengan amat cepat, maka bersiaplah untuk Turun dengan cepat juga.
(Di adaptasi dari buku karya Nistaiins odop_'Don't give up')
Ambil Hikmah dari Kegagalan
Dalam bukunya yang berjudul Meet Learn Multiply karya Andrias Harefa
dia berkata bahwa kegagalan menjadi sesuatu yang sangat penting dan benar-benar di perlukan karena:
Pertama,Kita belum gagal kecuali kita berhenti berusaha.
Kedua, Kita belum gagal kalau masih ada hari esok untuk mencoba lagi.
Ketiga, Kita belum gagal apabila kita masih bisa lapang dada dalam menerima kegagalan.
Keempat, kita belum gagal kalau kita masih bisa tertawa.
Kelima, Kita belum gagal jika kita masih mampu mendidik kita untuk menjadi lebih bijaksana,beriman dan bertaqwa.
Keenam, Kita belum gagal kalau kita tahu jalan itu memang harus dilalui.
Ketujuh, Kita belum gagal jika tahu bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini.
Hikmah-hikmah kebijaksanaan, setelah menjadi manusia yang lebih bijaksana dari sebelumnya karena lahir kembali secara mental, manusia bertransformasi dan memiliki habitat baru, manusia akan melihat bahwa di balik kegagalan ada sebuah hikmah dan nilai yang terkandung di dalamnya.semua kegagalan ada hikmah yang patut di petik dan di ambil pesan intisarinya.Hikmah ini bisa di lihat jika kita mau melihat semuanya secara jernih dengan mengesampingkan sifat ego dalam diri kita.
Hidup adalah permainan, seperti kata Bob Buford dalam bukunya 'half time',
Pertama, di babak ini sangat mungkin sekali orang mengalami kekalahan.
Kedua, dengan melewati babak pertama, pemain sudah bisa belajar dari kesalahan, disini asumsinya sang pemain gagal dalam babak pertama, di babak kedua pemain telah memiliki strategi-srtategi jitu untuk memenangi pertandingan. Maknanya adalah kita bisa menang setelah belajar dari kelemahan.
Musuh Dalam selimut adalah diri sendiri, 90% kegagalan datang dari kebiasaan membuat alasan-George washington)
Bagi mereka yang mampu bangkit kembali, mereka tetap tersenyum dan kembali melanjutkan hidupnya, mereka melihat bahwa musuh terbesar adalah diri mereka sendiri,mereka telah bisa membunuh musuh itu di dalam dirinya sendiri.
Mengapa banyak orang yang stress dan bunuh diri, mereka tidaj menyederhanakan masalah, mereka tidak mengambil hikmah dari proses hidup, mereka tidak berfikir jernih untuk mencari makna dari pesan kegagalan yang mereka alami.
'si pesimis kesulitan dalam setiap kesempatan, sementara si optimis menemukan kesempatan dalam kesulitan'(L.P. Jacks)
'Tuhan menciptakan kesempatan pada alam semesta dengan menciptakan integrasi bagi semua makhluk hidup untuk merasakan dinamika yang kompleks.Tuhan sungguh mencintai umatnya dengan memberikan kesempatan mereka untuk merasakan gagal dan sukses.'
(Di adaptasi dari buku karya Nistaiins odop_'Don't give up')
dia berkata bahwa kegagalan menjadi sesuatu yang sangat penting dan benar-benar di perlukan karena:
Pertama,Kita belum gagal kecuali kita berhenti berusaha.
Kedua, Kita belum gagal kalau masih ada hari esok untuk mencoba lagi.
Ketiga, Kita belum gagal apabila kita masih bisa lapang dada dalam menerima kegagalan.
Keempat, kita belum gagal kalau kita masih bisa tertawa.
Kelima, Kita belum gagal jika kita masih mampu mendidik kita untuk menjadi lebih bijaksana,beriman dan bertaqwa.
Keenam, Kita belum gagal kalau kita tahu jalan itu memang harus dilalui.
Ketujuh, Kita belum gagal jika tahu bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini.
Hikmah-hikmah kebijaksanaan, setelah menjadi manusia yang lebih bijaksana dari sebelumnya karena lahir kembali secara mental, manusia bertransformasi dan memiliki habitat baru, manusia akan melihat bahwa di balik kegagalan ada sebuah hikmah dan nilai yang terkandung di dalamnya.semua kegagalan ada hikmah yang patut di petik dan di ambil pesan intisarinya.Hikmah ini bisa di lihat jika kita mau melihat semuanya secara jernih dengan mengesampingkan sifat ego dalam diri kita.
Hidup adalah permainan, seperti kata Bob Buford dalam bukunya 'half time',
Pertama, di babak ini sangat mungkin sekali orang mengalami kekalahan.
Kedua, dengan melewati babak pertama, pemain sudah bisa belajar dari kesalahan, disini asumsinya sang pemain gagal dalam babak pertama, di babak kedua pemain telah memiliki strategi-srtategi jitu untuk memenangi pertandingan. Maknanya adalah kita bisa menang setelah belajar dari kelemahan.
Musuh Dalam selimut adalah diri sendiri, 90% kegagalan datang dari kebiasaan membuat alasan-George washington)
Bagi mereka yang mampu bangkit kembali, mereka tetap tersenyum dan kembali melanjutkan hidupnya, mereka melihat bahwa musuh terbesar adalah diri mereka sendiri,mereka telah bisa membunuh musuh itu di dalam dirinya sendiri.
Mengapa banyak orang yang stress dan bunuh diri, mereka tidaj menyederhanakan masalah, mereka tidak mengambil hikmah dari proses hidup, mereka tidak berfikir jernih untuk mencari makna dari pesan kegagalan yang mereka alami.
'si pesimis kesulitan dalam setiap kesempatan, sementara si optimis menemukan kesempatan dalam kesulitan'(L.P. Jacks)
'Tuhan menciptakan kesempatan pada alam semesta dengan menciptakan integrasi bagi semua makhluk hidup untuk merasakan dinamika yang kompleks.Tuhan sungguh mencintai umatnya dengan memberikan kesempatan mereka untuk merasakan gagal dan sukses.'
(Di adaptasi dari buku karya Nistaiins odop_'Don't give up')
Bangkit Sekali lagi dari Kegagalan
1. Yakinlah Penderitaan Anda bukan yang terparah
'rasa iba terhadap diri sendiri adalah hal yang buruk, jika kita menyerah kita tidak pernah melakukan apapun yang bijaksana di dunia ini.
2. Kesempatan memulai lagi, jangan berhenti berjalan walaupun kita pernah gagal dalam hal itu.Jika kita belajar dari kesalahan masa lalu, Insya Allah kita akan mendapatkan pengalamab yang baik.Pengalaman adalah guru yang terbaik dalam hidup ini.
3. Beranilah Berkata “kekalahan itu menyenangkan”
Kekalahan adalah “neraka” saat kita berada dalam proses itu tapi akan manis setelah kita melewatunya, saat kita mengenangnya. Dengan kegagalan kita bisa memulai hal baru lagi, cara-cara baru dan mulailah sekali lagi,lakukan hal baru, belajar darinya(kegagalan) dan temukan yang kamu mau.
4. Maksimalkan potensi Sekecil apapun, Jangan pernah meremehkan hal-hal kecil, apapun itu.karena semua hal itu di mulai dari hal kecil terlebih dahulu.
Ingatkah anda dengan cerita sukses 'Tukul arwana'.dengan hanya berbekal ijazah SMU dengan nilai yang pas-pasan siapa sangka beliau sekarang berkehidupan berlimpah,Beliau mencoba menantang keranya kehidupan di jakarta,melakukan pekerjaan apa saja yang penting halal,Dari peran Figuran menjadi Tokoh Utama.Dia berusaha memaksimalkan potensi terkeci dalam dirinya . Dari proses perjalanan dengan keterbatasan dirinya Tukul di pandang sebagai sosok yang sukses luar biasa di dunia lawak.Dia telah melakukan metamorfosis diri dengan memaksimalkan kemampuan kecilnya sebagai seorang pelawak.
“Perjalanan 1000 mil di mulai dari satu langkah kecil”-Lao Tze-
'Jadilah seseorang yang terbuka terhadap kemungkinan.Segelap apapun tampaknua keadaan atau memang segalanya gelap, pandang dan lihatlah kemungkinan-kemungkinan baru, Carilah selalu karena semua kemungkinan itu ada'-vincen pale-
'nothing is imposible'
Albert einstein” saya berpikir selama bertahun-tahun, 99 kali kesimpulan say gagal, dan baru yang ke 100 yang benar.
#Untuk mendapatkan sesuatu yang kita mau, kita memang harus bangkit dari kegagalan itu sampai kita berhasil mendapatkan apa yang kita mau, seberapa seringnya kamu jatuh, dan gagal, kamu masih punya cara, kamu masih punya jalan untuk menuju ke sana, dan jangan lupa bersyukur kalau dah kesampaian.=)
(Diadaptasi dari buku “Don't give up!'_nistains odop)
'rasa iba terhadap diri sendiri adalah hal yang buruk, jika kita menyerah kita tidak pernah melakukan apapun yang bijaksana di dunia ini.
2. Kesempatan memulai lagi, jangan berhenti berjalan walaupun kita pernah gagal dalam hal itu.Jika kita belajar dari kesalahan masa lalu, Insya Allah kita akan mendapatkan pengalamab yang baik.Pengalaman adalah guru yang terbaik dalam hidup ini.
3. Beranilah Berkata “kekalahan itu menyenangkan”
Kekalahan adalah “neraka” saat kita berada dalam proses itu tapi akan manis setelah kita melewatunya, saat kita mengenangnya. Dengan kegagalan kita bisa memulai hal baru lagi, cara-cara baru dan mulailah sekali lagi,lakukan hal baru, belajar darinya(kegagalan) dan temukan yang kamu mau.
4. Maksimalkan potensi Sekecil apapun, Jangan pernah meremehkan hal-hal kecil, apapun itu.karena semua hal itu di mulai dari hal kecil terlebih dahulu.
Ingatkah anda dengan cerita sukses 'Tukul arwana'.dengan hanya berbekal ijazah SMU dengan nilai yang pas-pasan siapa sangka beliau sekarang berkehidupan berlimpah,Beliau mencoba menantang keranya kehidupan di jakarta,melakukan pekerjaan apa saja yang penting halal,Dari peran Figuran menjadi Tokoh Utama.Dia berusaha memaksimalkan potensi terkeci dalam dirinya . Dari proses perjalanan dengan keterbatasan dirinya Tukul di pandang sebagai sosok yang sukses luar biasa di dunia lawak.Dia telah melakukan metamorfosis diri dengan memaksimalkan kemampuan kecilnya sebagai seorang pelawak.
“Perjalanan 1000 mil di mulai dari satu langkah kecil”-Lao Tze-
'Jadilah seseorang yang terbuka terhadap kemungkinan.Segelap apapun tampaknua keadaan atau memang segalanya gelap, pandang dan lihatlah kemungkinan-kemungkinan baru, Carilah selalu karena semua kemungkinan itu ada'-vincen pale-
'nothing is imposible'
Albert einstein” saya berpikir selama bertahun-tahun, 99 kali kesimpulan say gagal, dan baru yang ke 100 yang benar.
#Untuk mendapatkan sesuatu yang kita mau, kita memang harus bangkit dari kegagalan itu sampai kita berhasil mendapatkan apa yang kita mau, seberapa seringnya kamu jatuh, dan gagal, kamu masih punya cara, kamu masih punya jalan untuk menuju ke sana, dan jangan lupa bersyukur kalau dah kesampaian.=)
(Diadaptasi dari buku “Don't give up!'_nistains odop)
5 Hal yang harus dimiliki agar bisa bangkit dari kegagalan
1. Miliki mental positif untuk melihat bahwa kegagalan adalah proses sukses, hanya dengan mental yang kuat , Kamu berarti telah berani mematahkan setiap tantangan yang menghalangi tujuan kamu, Gagal adalah fase harus di lewati untuk meraih keberhasilan. Tanpa kegagalan sukses bukanlah apa-apa.
2. Jangan takut salah. Tidak seorangpun dalam dunia ini yang tidak pernah melakukan kesalahan.Kegagalan akan sangat baik, jika kita bisa belajar sesuatu yang baik darinya.Pelajarilah perjalanan hidup orang-orang besar, mereka semua adalah sosok yang berani mengambil resiko, sosok yang tidak takut kalah, sosok yang tidak takut gagal, sosok yang melihat kegagalan adalah sebuah tantangan yang harus di lewati.
3. Beranilah memulai hal baru, Dunia terus berkembang, hal-hal baru muncul di sekeliling kita, jika kita tidak jeli, kita akan semakin di tinggalkan bayak diantara kita adalah orang yang hanya bermain-main di zona aman. Hidup menurut kehendak lingkungan , lahir, menempuh pendidikan formal, lulus ujian, menjadi tua dan pensiun. Siklus ini rata-rata terjadi hampir seluruh insan manusia,makanya kita hanya menjadi orang-orang biasa saja yang sedikit sekali diperhitungkan dan sedikit sekali berbuat untuk kemaslahatan bersama.
4. Teruslah menjadi manusia pembelajar,ada pepatah mengatakan belajarlah mulai dari dala kandungan sampai liang lahat, belajarlah sampai mati, janganlah pernah berhenti belajar, kita hidup di era informasi yang setiap waktu selalu berubah, Menjadi manusia pembelajar merupakan strategi berkembang paling tepat dalam menghadpi persaingan ini.ilmu pengetahuanm selalu berkembang dari masa ke masa.jka kita tidak meng up grade diri,kita akan ketinggalan jaman, dalam hal apapun kita harus belajar.ingat ilmu ga akan pernah usang, semakin kamu banyak belajar maka kamu akan pandai semakin kamu bijaksana semakin cerdaslah kamu.
5. Miliki Tujuan hidup yang jelas. Ini merupakan peta yang bagus dan kompas yang mrnunjukkan arah perjalanan hidup seseorang.terkadang kita tahu kalau tujuan hidup seseorang adalah IMPIAN. Dengan tujuan hidup yang jelas , Hidup menjadi terarah, motivasi anda bergerak ke arah yang semakin jelas, Jika kita tidak mengharap apa- apa bagi kehidupan ini, wajar kita tidak ke mana-mana dan tidak akan memperoleh apapun yang berkualitas.
(Diadaptasi dari buku “Don't give up!'_nistains odop)
2. Jangan takut salah. Tidak seorangpun dalam dunia ini yang tidak pernah melakukan kesalahan.Kegagalan akan sangat baik, jika kita bisa belajar sesuatu yang baik darinya.Pelajarilah perjalanan hidup orang-orang besar, mereka semua adalah sosok yang berani mengambil resiko, sosok yang tidak takut kalah, sosok yang tidak takut gagal, sosok yang melihat kegagalan adalah sebuah tantangan yang harus di lewati.
3. Beranilah memulai hal baru, Dunia terus berkembang, hal-hal baru muncul di sekeliling kita, jika kita tidak jeli, kita akan semakin di tinggalkan bayak diantara kita adalah orang yang hanya bermain-main di zona aman. Hidup menurut kehendak lingkungan , lahir, menempuh pendidikan formal, lulus ujian, menjadi tua dan pensiun. Siklus ini rata-rata terjadi hampir seluruh insan manusia,makanya kita hanya menjadi orang-orang biasa saja yang sedikit sekali diperhitungkan dan sedikit sekali berbuat untuk kemaslahatan bersama.
4. Teruslah menjadi manusia pembelajar,ada pepatah mengatakan belajarlah mulai dari dala kandungan sampai liang lahat, belajarlah sampai mati, janganlah pernah berhenti belajar, kita hidup di era informasi yang setiap waktu selalu berubah, Menjadi manusia pembelajar merupakan strategi berkembang paling tepat dalam menghadpi persaingan ini.ilmu pengetahuanm selalu berkembang dari masa ke masa.jka kita tidak meng up grade diri,kita akan ketinggalan jaman, dalam hal apapun kita harus belajar.ingat ilmu ga akan pernah usang, semakin kamu banyak belajar maka kamu akan pandai semakin kamu bijaksana semakin cerdaslah kamu.
5. Miliki Tujuan hidup yang jelas. Ini merupakan peta yang bagus dan kompas yang mrnunjukkan arah perjalanan hidup seseorang.terkadang kita tahu kalau tujuan hidup seseorang adalah IMPIAN. Dengan tujuan hidup yang jelas , Hidup menjadi terarah, motivasi anda bergerak ke arah yang semakin jelas, Jika kita tidak mengharap apa- apa bagi kehidupan ini, wajar kita tidak ke mana-mana dan tidak akan memperoleh apapun yang berkualitas.
(Diadaptasi dari buku “Don't give up!'_nistains odop)
Selasa, 16 November 2010
Bukan Pria Idaman
Manusia idaman sejati adalah makhluk langka. Begitu banyak ujian dan rintangan untuk menjadi seorang idaman sejati. Kebalikannya, yang bukan idaman malah tersebar ke mana-mana. Inilah yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini. Siapakah pria yang tidak pantas menjadi idaman dan tambatan hati? Apa saja ciri-ciri mereka? Mudah-mudahan -dengan izin Allah- kami dapat mengungkapkannya pada tulisan yang singkat ini.
Ciri Pertama: Akidahnya Amburadul
Di antara ciri pria semacam ini adalah ia punya prinsip bahwa jika cinta ditolak, maka dukun pun bertindak. Jika sukses dan lancar dalam bisnis, maka ia pun menggunakan jimat-jimat. Ingain buka usaha pun ia memakai pelarisan. Jika berencana nikah, harus menghitung hari baik terlebih dahulu. Yang jadi kegemarannya agar hidup lancar adalah mempercayai ramalan bintang agar semakin PD dalam melangkah. Inilah ciri pria yang tidak pantas dijadikan idaman. Akidah yang ia miliki sudah jelas adalah akidah yang rusak. Ibnul Qayyim mengatakan, “Barangsiapa yang hendak meninggikan bangunannya, maka hendaklah dia mengokohkan pondasinya dan memberikan perhatian penuh terhadapnya. Sesungguhnya kadar tinggi bangunan yang bisa dia bangun adalah sebanding dengan kekuatan pondasi yang dia buat. Amalan manusia adalah ibarat bangunan dan pondasinya adalah iman.” (Al Fawaid) Berarti jika aqidah dan iman seseorang rusak -padahal itu adalah pokok atau pondasi-, maka bangunan di atasnya pun akan ikut rusak. Perhatikanlah hal ini!
Ciri Kedua: Menyia-nyiakan Shalat
Tidak shalat jama'ah di masjid juga menjadi ciri pria bukan idaman. Padahal shalat jama'ah bagi pria adalah suatu kewajiban sebagaimana disebutkan dalam al Qur'an dan berbagai hadits. Berikut di antaranya.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, seorang lelaki buta datang kepada Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dan berkata,
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ لِى قَائِدٌ يَقُودُنِى إِلَى الْمَسْجِدِ. فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّىَ فِى بَيْتِهِ فَرَخَّصَ لَهُ فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ « هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلاَةِ ». فَقَالَ نَعَمْ. قَالَ « فَأَجِبْ ».
”Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki penunjuk jalan yang dapat mendampingi saya untuk mendatangi masjid.” Maka ia meminta keringanan kepada Rasulullah untuk tidak shalat berjama'ah dan agar diperbolehkan shalat di rumahnya. Kemudian Rasulullah memberikan keringanan kepadanya. Namun ketika lelaki itu hendak beranjak, Rasulullah memanggilnya lagi dan bertanya, “Apakah kamu mendengar adzan?” Ia menjawab, ”Ya”. Rasulullah bersabda, ”Penuhilah seruan (adzan) itu.” (HR. Muslim). Orang buta ini tidak dibolehkan shalat di rumah apabila dia mendengar adzan. Hal ini menunjukkan bahwa memenuhi panggilan adzan adalah dengan menghadiri shalat jama’ah. Hal ini ditegaskan kembali dalam hadits Ibnu Ummi Maktum. Dia berkata,
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ الْمَدِينَةَ كَثِيرَةُ الْهَوَامِّ وَالسِّبَاعِ. فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « أَتَسْمَعُ حَىَّ عَلَى الصَّلاَةِ حَىَّ عَلَى الْفَلاَحِ فَحَىَّ هَلاَ ».
“Wahai Rasulullah, di Madinah banyak sekali tanaman dan binatang buas. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kamu mendengar seruan adzan hayya ‘alash sholah, hayya ‘alal falah? Jika iya, penuhilah seruan adzan tersebut”.” (HR. Abu Daud. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Lihatlah laki-laki tersebut memiliki beberapa udzur: [1] dia adalah seorang yang buta, [2] dia tidak punya teman sebagai penunjuk jalan untuk menemani, [3] banyak sekali tanaman, dan [4] banyak binatang buas. Namun karena dia mendengar adzan, dia tetap diwajibkan menghadiri shalat jama’ah. Walaupun punya berbagai macam udzur semacam ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap memerintahkan dia untuk memenuhi panggilan adzan yaitu melaksanakan shalat jama’ah di masjid. Bagaimana dengan orang yang dalam keadaan tidak ada udzur sama sekali, masih diberi kenikmatan penglihatan dan sebagainya?! Imam Asy Syafi'i sendiri mengatakan, “Adapun shalat jama’ah, aku tidaklah memberi keringanan bagi seorang pun untuk meninggalkannya kecuali bila ada udzur.” (Ash Sholah wa Hukmu Tarikiha, hal. 107) Jika pria yang menyia-nyiakan shalat berjama'ah di masjid saja bukan merupakan pria idaman, lantas bagaimana lagi dengan pria yang tidak menjalankan shalat berjama'ah sendirian maupun secara berjama'ah?! Seorang ulama besar, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, dalam kitabnya Ash Sholah wa Hukmu Tarikiha, hal. 7, mengatakan, ”Kaum muslimin tidaklah berselisih pendapat (sepakat) bahwa meninggalkan shalat wajib (shalat lima waktu) dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, zina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.”
Ciri Ketiga: Sering Melotot Sana Sini
Inilah ciri berikutnya, yaitu pria yang sulit menundukkan pandangan ketika melihat wanita. Inilah ciri bukan pria idaman. Karena Allah Ta'ala berfirman,
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".” (QS. An Nur: 30)
Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada para pria yang beriman untuk menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan yaitu wanita yang bukan mahrom. Namun jika ia tidak sengaja memandang wanita yang bukan mahrom, maka hendaklah ia segera memalingkan pandangannya. Dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan,
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى.
“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim no. 5770) Boleh jadi laki-laki tersebut jika telah menjadi suami malah memandang lawan jenisnya sana-sini ketika istrinya tidak melihat. Kondisi seperti ini pun telah ditegur dalam firman Allah,
يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ
“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (QS. Ghofir: 19) Ibnu 'Abbas ketika membicarakan ayat di atas, beliau mengatakan bahwa yang disebutkan dalam ayat tersebut adalah seorang yang bertamu ke suatu rumah. Di rumah tersebut ada wanita yang berparas cantik. Jika tuan rumah yang menyambutnya memalingkan pandangan, maka orang tersebut melirik wanita tadi. Jika tuan rumah tadi memperhatikannya, ia pun pura-pura menundukkan pandangan. Dan jika tuan rumah sekali lagi berpaling, ia pun melirik wanita tadi yang berada di dalam rumah. Jika tuan rumah sekali lagi memperhatikannya, maka ia pun pura-pura menundukkan pandangannya. Maka sungguh Allah telah mengetahui isi hati orang tersebut yang akan bertindak kurang ajar. Kisah ini diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsirnya (12/181-182). Ibnu 'Abbas mengatakan, “Allah itu mengetahui setiap mata yang memandang apakan ia ingin khianat ataukah tidak.” Demikian pula yang dikatakan oleh Mujahid dan Qotadah. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 12/182, Darul Qurthubah)
Ciri Keempat: Senangnya Berdua-duaan
Inilah sikap pria yang tidak baik yang sering mengajak pasangannya yang belum halal baginya untuk berdua-duaan (baca: berkhalwat). Berdua-duaan (khokwat) di sini bisa pula bentuknya tanpa hadir dalam satu tempat, namun lewat pesan singkat (sms), lewat kata-kata mesra via FB dan lainnya. Seperti ini pun termasuk semi kholwat yang juga terlarang. Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ
“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari, no. 5233) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ، إِلاَّ مَحْرَمٍ
“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya.” (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi)
Ciri Kelima: Tangan Suka Usil
Ini juga bukan ciri pria idaman. Tangannya suka usil menyalami wanita yang tidak halal baginya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun ketika berbaiat dan kondisi lainnya tidak pernah menyentuh tangan wanita yang tidak halal baginya. Dari Abdulloh bin ‘Amr, ”Sesungguhnya Rasulullah tidak pernah berjabat tangan dengan wanita ketika berbaiat.” (HR. Ahmad dishohihkan oleh Syaikh Salim dalam Al Manahi As Syari’ah) Dari Umaimah bintu Ruqoiqoh dia berkata, ”Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya aku tidak pernah menjabat tangan para wanita, hanyalah perkataanku untuk seratus orang wanita seperti perkataanku untuk satu orang wanita.” (HR. Tirmidzi, Nasai, Malik dishohihkan oleh Syaikh Salim Al Hilaliy) Zina tangan adalah dengan menyentuh lawan jenis yang bukan mahrom sehingga ini menunjukkan haramnya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)
Ciri Keenam: Tanpa Arah yang Jelas
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يَحْبِسَ عَمَّنْ يَمْلِكُ قُوتَهُ
“Seseorang dianggap telah berdosa jika ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.” (HR. Muslim no. 996) Berarti kriteria pria idaman adalah ia bertanggungjawab terhadap istrinya dalam hal nafkah. Sehingga seorang pria harus memiliki jalan hidup yang jelas dan tidak boleh ia hidup tanpa arah yang sampai menyia-nyiakan tanggungannya. Sejak dini atau pun sejak muda, ia sudah memikirkan bagaimana kelak ia bisa menafkahi istri dan anak-anaknya. Di antara bentuk persiapannya adalah dengan belajar yang giat sehingga kelak bisa dapat kerja yang mapan atau bisa berwirausaha mandiri. Begitu pula hendaknya ia tidak melupakan istrinya untuk diajari agama. Karena untuk urusan dunia mesti kita urus, apalagi yang sangkut pautnya dengan agama yang merupakan kebutuhan ketika menjalani hidup di dunia dan akhirat. Sehingga sejak dini pun, seorang pria sudah mulai membekali dirinya dengan ilmu agama yang cukup untuk dapat mendidik istri dan keluarganya. Sehingga dari sini, seorang pria yang kurang memperhatikan agama dan urusan menafkahi istrinya patut dijauhi karena ia sebenarnya bukan pria idaman yang baik.
Mudah-mudahan tulisan ini bisa sebagai petunjuk bagi para wanita muslimah yang ingin memilih laki-laki yang pas untuk dirinya. Dan juga bisa menjadi koreksi untuk pria agar selalu introspeksi diri. Nasehat ini pun bisa bermanfaat bagi setiap orang yang sudah berkeluarga agar menjauhi sifat-sifat keliru di atas. Semoga Allah memudahkannya.
Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.
(Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal )dari note facebook KHUSUS MUSLIMAH
Ciri Pertama: Akidahnya Amburadul
Di antara ciri pria semacam ini adalah ia punya prinsip bahwa jika cinta ditolak, maka dukun pun bertindak. Jika sukses dan lancar dalam bisnis, maka ia pun menggunakan jimat-jimat. Ingain buka usaha pun ia memakai pelarisan. Jika berencana nikah, harus menghitung hari baik terlebih dahulu. Yang jadi kegemarannya agar hidup lancar adalah mempercayai ramalan bintang agar semakin PD dalam melangkah. Inilah ciri pria yang tidak pantas dijadikan idaman. Akidah yang ia miliki sudah jelas adalah akidah yang rusak. Ibnul Qayyim mengatakan, “Barangsiapa yang hendak meninggikan bangunannya, maka hendaklah dia mengokohkan pondasinya dan memberikan perhatian penuh terhadapnya. Sesungguhnya kadar tinggi bangunan yang bisa dia bangun adalah sebanding dengan kekuatan pondasi yang dia buat. Amalan manusia adalah ibarat bangunan dan pondasinya adalah iman.” (Al Fawaid) Berarti jika aqidah dan iman seseorang rusak -padahal itu adalah pokok atau pondasi-, maka bangunan di atasnya pun akan ikut rusak. Perhatikanlah hal ini!
Ciri Kedua: Menyia-nyiakan Shalat
Tidak shalat jama'ah di masjid juga menjadi ciri pria bukan idaman. Padahal shalat jama'ah bagi pria adalah suatu kewajiban sebagaimana disebutkan dalam al Qur'an dan berbagai hadits. Berikut di antaranya.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, seorang lelaki buta datang kepada Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dan berkata,
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ لِى قَائِدٌ يَقُودُنِى إِلَى الْمَسْجِدِ. فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّىَ فِى بَيْتِهِ فَرَخَّصَ لَهُ فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ « هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلاَةِ ». فَقَالَ نَعَمْ. قَالَ « فَأَجِبْ ».
”Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki penunjuk jalan yang dapat mendampingi saya untuk mendatangi masjid.” Maka ia meminta keringanan kepada Rasulullah untuk tidak shalat berjama'ah dan agar diperbolehkan shalat di rumahnya. Kemudian Rasulullah memberikan keringanan kepadanya. Namun ketika lelaki itu hendak beranjak, Rasulullah memanggilnya lagi dan bertanya, “Apakah kamu mendengar adzan?” Ia menjawab, ”Ya”. Rasulullah bersabda, ”Penuhilah seruan (adzan) itu.” (HR. Muslim). Orang buta ini tidak dibolehkan shalat di rumah apabila dia mendengar adzan. Hal ini menunjukkan bahwa memenuhi panggilan adzan adalah dengan menghadiri shalat jama’ah. Hal ini ditegaskan kembali dalam hadits Ibnu Ummi Maktum. Dia berkata,
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ الْمَدِينَةَ كَثِيرَةُ الْهَوَامِّ وَالسِّبَاعِ. فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « أَتَسْمَعُ حَىَّ عَلَى الصَّلاَةِ حَىَّ عَلَى الْفَلاَحِ فَحَىَّ هَلاَ ».
“Wahai Rasulullah, di Madinah banyak sekali tanaman dan binatang buas. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kamu mendengar seruan adzan hayya ‘alash sholah, hayya ‘alal falah? Jika iya, penuhilah seruan adzan tersebut”.” (HR. Abu Daud. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Lihatlah laki-laki tersebut memiliki beberapa udzur: [1] dia adalah seorang yang buta, [2] dia tidak punya teman sebagai penunjuk jalan untuk menemani, [3] banyak sekali tanaman, dan [4] banyak binatang buas. Namun karena dia mendengar adzan, dia tetap diwajibkan menghadiri shalat jama’ah. Walaupun punya berbagai macam udzur semacam ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap memerintahkan dia untuk memenuhi panggilan adzan yaitu melaksanakan shalat jama’ah di masjid. Bagaimana dengan orang yang dalam keadaan tidak ada udzur sama sekali, masih diberi kenikmatan penglihatan dan sebagainya?! Imam Asy Syafi'i sendiri mengatakan, “Adapun shalat jama’ah, aku tidaklah memberi keringanan bagi seorang pun untuk meninggalkannya kecuali bila ada udzur.” (Ash Sholah wa Hukmu Tarikiha, hal. 107) Jika pria yang menyia-nyiakan shalat berjama'ah di masjid saja bukan merupakan pria idaman, lantas bagaimana lagi dengan pria yang tidak menjalankan shalat berjama'ah sendirian maupun secara berjama'ah?! Seorang ulama besar, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, dalam kitabnya Ash Sholah wa Hukmu Tarikiha, hal. 7, mengatakan, ”Kaum muslimin tidaklah berselisih pendapat (sepakat) bahwa meninggalkan shalat wajib (shalat lima waktu) dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, zina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.”
Ciri Ketiga: Sering Melotot Sana Sini
Inilah ciri berikutnya, yaitu pria yang sulit menundukkan pandangan ketika melihat wanita. Inilah ciri bukan pria idaman. Karena Allah Ta'ala berfirman,
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".” (QS. An Nur: 30)
Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada para pria yang beriman untuk menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan yaitu wanita yang bukan mahrom. Namun jika ia tidak sengaja memandang wanita yang bukan mahrom, maka hendaklah ia segera memalingkan pandangannya. Dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan,
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى.
“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim no. 5770) Boleh jadi laki-laki tersebut jika telah menjadi suami malah memandang lawan jenisnya sana-sini ketika istrinya tidak melihat. Kondisi seperti ini pun telah ditegur dalam firman Allah,
يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ
“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (QS. Ghofir: 19) Ibnu 'Abbas ketika membicarakan ayat di atas, beliau mengatakan bahwa yang disebutkan dalam ayat tersebut adalah seorang yang bertamu ke suatu rumah. Di rumah tersebut ada wanita yang berparas cantik. Jika tuan rumah yang menyambutnya memalingkan pandangan, maka orang tersebut melirik wanita tadi. Jika tuan rumah tadi memperhatikannya, ia pun pura-pura menundukkan pandangan. Dan jika tuan rumah sekali lagi berpaling, ia pun melirik wanita tadi yang berada di dalam rumah. Jika tuan rumah sekali lagi memperhatikannya, maka ia pun pura-pura menundukkan pandangannya. Maka sungguh Allah telah mengetahui isi hati orang tersebut yang akan bertindak kurang ajar. Kisah ini diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsirnya (12/181-182). Ibnu 'Abbas mengatakan, “Allah itu mengetahui setiap mata yang memandang apakan ia ingin khianat ataukah tidak.” Demikian pula yang dikatakan oleh Mujahid dan Qotadah. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 12/182, Darul Qurthubah)
Ciri Keempat: Senangnya Berdua-duaan
Inilah sikap pria yang tidak baik yang sering mengajak pasangannya yang belum halal baginya untuk berdua-duaan (baca: berkhalwat). Berdua-duaan (khokwat) di sini bisa pula bentuknya tanpa hadir dalam satu tempat, namun lewat pesan singkat (sms), lewat kata-kata mesra via FB dan lainnya. Seperti ini pun termasuk semi kholwat yang juga terlarang. Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ
“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari, no. 5233) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ، إِلاَّ مَحْرَمٍ
“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya.” (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi)
Ciri Kelima: Tangan Suka Usil
Ini juga bukan ciri pria idaman. Tangannya suka usil menyalami wanita yang tidak halal baginya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun ketika berbaiat dan kondisi lainnya tidak pernah menyentuh tangan wanita yang tidak halal baginya. Dari Abdulloh bin ‘Amr, ”Sesungguhnya Rasulullah tidak pernah berjabat tangan dengan wanita ketika berbaiat.” (HR. Ahmad dishohihkan oleh Syaikh Salim dalam Al Manahi As Syari’ah) Dari Umaimah bintu Ruqoiqoh dia berkata, ”Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya aku tidak pernah menjabat tangan para wanita, hanyalah perkataanku untuk seratus orang wanita seperti perkataanku untuk satu orang wanita.” (HR. Tirmidzi, Nasai, Malik dishohihkan oleh Syaikh Salim Al Hilaliy) Zina tangan adalah dengan menyentuh lawan jenis yang bukan mahrom sehingga ini menunjukkan haramnya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)
Ciri Keenam: Tanpa Arah yang Jelas
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يَحْبِسَ عَمَّنْ يَمْلِكُ قُوتَهُ
“Seseorang dianggap telah berdosa jika ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.” (HR. Muslim no. 996) Berarti kriteria pria idaman adalah ia bertanggungjawab terhadap istrinya dalam hal nafkah. Sehingga seorang pria harus memiliki jalan hidup yang jelas dan tidak boleh ia hidup tanpa arah yang sampai menyia-nyiakan tanggungannya. Sejak dini atau pun sejak muda, ia sudah memikirkan bagaimana kelak ia bisa menafkahi istri dan anak-anaknya. Di antara bentuk persiapannya adalah dengan belajar yang giat sehingga kelak bisa dapat kerja yang mapan atau bisa berwirausaha mandiri. Begitu pula hendaknya ia tidak melupakan istrinya untuk diajari agama. Karena untuk urusan dunia mesti kita urus, apalagi yang sangkut pautnya dengan agama yang merupakan kebutuhan ketika menjalani hidup di dunia dan akhirat. Sehingga sejak dini pun, seorang pria sudah mulai membekali dirinya dengan ilmu agama yang cukup untuk dapat mendidik istri dan keluarganya. Sehingga dari sini, seorang pria yang kurang memperhatikan agama dan urusan menafkahi istrinya patut dijauhi karena ia sebenarnya bukan pria idaman yang baik.
Mudah-mudahan tulisan ini bisa sebagai petunjuk bagi para wanita muslimah yang ingin memilih laki-laki yang pas untuk dirinya. Dan juga bisa menjadi koreksi untuk pria agar selalu introspeksi diri. Nasehat ini pun bisa bermanfaat bagi setiap orang yang sudah berkeluarga agar menjauhi sifat-sifat keliru di atas. Semoga Allah memudahkannya.
Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.
(Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal )dari note facebook KHUSUS MUSLIMAH
Langganan:
Postingan (Atom)
Renca-MU Pasti lebih Indah
Assalamualaikum.. pemirsaaah.. sudah lama tak bersua,mau sedikit share aja sih tentang apa yang di rasakan hoho, Setelah menikah pad...
-
Crop Circle ? apaan sih... jujur saya baru tau akhir-akhir ini setelah heboh di bicarakan di Media masa maupun di dunia maya karna crop circ...
-
Kemaren saya Dan teman-teman saya ( Litha , afdhal , Ojan , Rizkiyandi ,Ali,Rezha, Syifa ,)pergi ke Bogor,mo jenguk teman yang saki...
-
ya.. bermodalkan Bismillah,keyakinan diri,tekad dan semangat belajar saya dan teman saya ( Syifa ) hari ini mendaftar ke salah satu pergurua...